Selasa, 29 April 2014

Laporan PLTMH



LAPORAN
HASIL KEGIATAN DI FAKULTAS MIPA (BIOLOGI)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Diajukan untuk memenuhi tugas Laporan Studi Kenal Lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Lamongan Tahun Pelajaran 2013/2014
OLEH:


1.        Hermawan  M
2.        M. Ardan khusen
3.        Nur Aini
4.        Nur linda Fitri
5.        Nurul Maulidya
6.        Rika Angraeni M
7.        Ulfi Rizqi F
8.        Uliyatur Rosyidah
9.        Brilian Rohkma K
10.     Eriyanti Dian S
11.     Fieka Nur W
12.     Fuad Al Wahyudi
13.     M. Habib Abdu K
14.  Niken Ayu K.
15.  Nur Imamah F
16.  Nur Octaviana
17.  Nurina Rifdah
18.  Nyeliana
19.    Rahayu Indah S
20.    Rizky Bagus P
21.    Reni Agustina
22.    Rohmat Albaihaqi
23.    Siti Fitria A
24.    Yuni Puspita I
25.    Zidni Alfian Barik



KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI LAMONGAN
JL. VETERAN NO. 43 LAMONGAN
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Setelah diadakan pemeriksaan dan perbaikan-perbaikan seperlunya, maka laporan studi kenal lingkungan yang disusun oleh:


1.        Hermawan  M
2.        M. Ardan khusen
3.        Nur Aini
4.        Nur linda Fitri
5.        Nurul Maulidya
6.        Rika Angraeni M
7.        Ulfi Rizqi F
8.        Uliyatur Rosyidah
9.        Brilian Rohkma K
10.     Eriyanti Dian S
11.     Fieka Nur W
12.     Fuad Al Wahyudi
13.     M. Habib Abdu K
14.  Niken Ayu K.
15.  Nur Imamah F
16.  Nur Octaviana
17.  Nurina Rifdah
18.  Nyeliana
19.    Rahayu Indah S
20.    Rizky Bagus P
21.    Reni Agustina
22.    Rohmat Albaihaqi
23.    Siti Fitria A
24.    Yuni Puspita I
25.    Zidni Alfian Barik


Judul
1.      PENGGUNAAN Drosophila Melanogaster DALAM PRAKTIKUM GENETIKA
2.      TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN
3.      UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI BAHAN BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL KOLONI BAKTERI

dapat dijadikan untuk memenuhi tugas pelaporan studi kenal lingkungan kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Lamongan tahun pelajaran 2013/2014
                       
                                      Lamongan, Januari 2014
                                                            Pembimbing Studi Kenal Lingkungan


                                                            ...........................................................
                                                                                Bu.Siti Khofilah S.Pd
    NIP.


HALAMAN PENGESAHAN

Setelah diadakan pemeriksaan seperlunya, dan memperhatikan peretujuan pembimbingan laporan studi kenal lingkungan yang disusun oleh :


1.        Hermawan  M
2.        M. Ardan khusen
3.        Nur Aini
4.        Nur linda Fitri
5.        Nurul Maulidya
6.        Rika Angraeni M
7.        Ulfi Rizqi F
8.        Uliyatur Rosyidah
9.        Brilian Rohkma K
10.     Eriyanti Dian S
11.     Fieka Nur W
12.     Fuad Al Wahyudi
13.     M. Habib Abdu K
14.  Niken Ayu K.
15.  Nur Imamah F
16.  Nur Octaviana
17.  Nurina Rifdah
18.  Nyeliana
19.    Rahayu Indah S
20.    Rizky Bagus P
21.    Reni Agustina
22.    Rohmat Albaihaqi
23.    Siti Fitria A
24.    Yuni Puspita I
25.    Zidni Alfian Barik



                                                                      Judul:                    
1.      PENGGUNAAN Drosophila Melanogaster DALAM PRAKTIKUM GENETIKA
2.      TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN
3.      UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI BAHAN BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL KOLONI BAKTERI

Dapat dinyatakan memenuhi tugas pelaporan studi kenal lingkungan kela XI Madrasah Aliyah Negeri Lamongan tahun pelajaran 2013/2014

Lamongan,9 Januari 2014
                                                                                                   Kepala Madrasah



Drs. Ahmad Najikh M.ag
NIP.196111181999031001


KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkah yang telah diberikan kepada kami. Terima kasih pula kita ucapkan kepada pembimbing atas bimbingan yang telah diberikan kepada kami selama penelitian.
Penulis telah menyelesaikan penelitian UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI BAHAN BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL KOLONI BAKTERI. Hasil penelitian kami sajikan dalam laporan ini. kami berharap laporan ini dapat menjadi sumber siswa untuk lebih memahami tentang alam sekitar. Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan laporan  ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan laporan ini.






Lamongan, 13 januari 2014


                                                                                                PENYUSUN





LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
A.Judul
PENGGUNAAN Drosophila Melanogaster DALAM PRAKTIKUM GENETIKA

·         Tujuan praktikum
untuk mengetahui persilangan monohibrid pada Drosophila Melagonaster

· Waktu dan tempat praktikum
praktikum dilaksanakan pada tanggal 09  januari  2014
dan dilaksanakan di Lab.Genetika UM

·Alat dan Bahan:


-          Kuas
-          Mikroskop
-          Gelas Arloji
-          Jarum
-          Botol biakan
-          Botol Ampul
-          Spons
-          Blender
-          Timbangan
-          Pisau
-          Panci
-          Pengaduk Kayu
-          Selang Plastik
-          Kain Kasa
-          Kompor



·    Proses dan Cara kerja:
 1). Mengampul pupa hitam yang  terdapat  pada botol biakan untuk masing- masing strain
 (satu pupa dalam satu botol ampul)
 2).Setelah pupa menetes kemudian disilangkan dengan pasanganya ,dalam hal ini persilangan dilakukan antara ҂N x +b dan resiproknya . Persilangan ini bertujuan untuk  mendapatkan F1.
3). Setelah mucul pupa ,maka induk dipindah ke medium baru.Sebagian pupa (F1) diampul untuk kemudian disilangkan dengan sesamanya (F1 x  F1) untuk mendapatkan F2 ,sedangkan sebagian yang lainya di biarkan menetes dibotol persilangan kemudian diamati fenotipnya .
4). Persilangan F2  yang dilakukan  adalah antara  F1 x F1  yang memiliki ciri fenotip normal .
5).Dari F2 yang dihasilkan kemudian  diamati fenotip dan dihitung  jumlahnya untuk setiap ciri yang muncul
6).Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan  menggunakan rekontruksi kromosom  tubuh dan kromosom kelamin.



·        Hasil pengamatan

P1        AA      ><       aa                                            F1        Aa       ><       Aa
G         A                     a                                                          A                     A
            A                     a                                                          a                      a
            Aa, Aa, Aa, Aa                                                          AA, Aa, Aa, aa
100% merah (heterozigot)                                                              3:1
Padapersilanganmonohibridisasi, antara yang homozigotdominandan yang monozigotresesif, fenotippada F1 adalahsepertidominan, pada F2 ratio fenotip Antara yang dominandan yang resesifadalah 3 : 1, sedangkan ratio genotifadalah 1 : 2 : 1                                                                                
·  Analisa Hasil Pengamatan

· Pembahasan 
Corembia (2003) menjelaskan bahwa dalam penelitian yang telah dilakukan oleh J.G. Mendel  dengan menggunakan ercis, diperoleh kesimpulan bahwa pada individu-individu heterozigot, satu alel dominan sedangkan yang lainnya resesif. Dari kenyataan bahwa ciri-ciri induk muncul kembali pada keturunan tanaman ercis yang tumbuh dari biji heterozigot, J.G. Mendel menyimpulkan bahwa: kedua faktor untuk tiap ciri tidak bergabung (tidak bercampur) dalam cara apapun; kedua faktor itu tetap berdiri sendiri selama hidupnya individu dan tidak memisah pada waktu pembentukan gamet-gamet. Dalam hubungan ini separuh gamet membawahi satu faktor, sedangkan separuhnya yang lain menbawahi faktor yang lainnya. Kesimpulan terakhir yang dikenal sebagai Hukum Pemisahan Mendel.
Pembelahan reduksi tiap gen pada suatu kromosom akan memisah dari alela pasangannya pada kromosom homolog secara bebas terjadi selama meiosis. Yang melakukan pemisahan bebas adalah kromosom-kromosom dalam tiap pasangan gen yang telah terpisah itu kemudian akan terkandung dalam gamet yang berbeda. Kenyataan yang semacam itu pertama kali ditemukan oleh J.G. Mendel, dan itulah yang berkenaan dengan Hukum Mendel l atau Hukum Pemisahan Bebas ataupun Hukum Segregasi Bebas.
Cara yang paling mudah untuk memperlihatkan kenyataan termaksud adalah dengan melakukan persilangan satu ciri beda atau yang disebut Monohibridisasi. Dalam hal ini satu ciri beda itu digunakan sebagai penanda (marker) kromosom, apakah mengalami atau tidak mengalami pemisahan bebas. Lalat buah yang sering digunakan dalam percobaan-percobaan dibidang genetika adalah Drosophila Melanogaster.


·        Kesimpulan
·           Dalam persilangan individu N dengan Se maka diperoleh F1 yakni individu N mendominasi dengan persentase 100% heterozigot
·           Persilangan hasil dari F1 jantan dengan betina maka diperoleh individu baru dengan perbandingan 3:1
                                                         








DAFTAR PUSTAKA


 Study Kenal Lingkungan.Praktikum
“PENGGUNAAN Drosophila Melanogaster DALAM PRAKTIKUM GENETIKA”





















LAMPIRAN


























LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
A.Judul
TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN
·        Tujuan praktikum
Untuk mengetahui proses transportasi pada tumbuhan dari bawah ke atas.
· Waktu dan tempat praktikum
praktikum dilaksanakan pada tanggal  09  januari  2014
dan dilaksanakan di Lab.Fisiologi UM

·Alat dan Bahan:


-         Mikroskop


-         Cover Glass
-         Objek Glass
-         Pipet Tetes
-         Silet Tatra
-         Gelas Erlemeyer
-         Larutan safranin
-         Tanaman Pacar Air


·   Proses dan Cara kerja:
1.      Batang tanaman pacar air dipotong secara fariasi dan dipisahkan dengan akarnya.
2.      Batang pacar air yang sudah dipotong dimasukkan kedalam gelas erlemeyer yang sudah berisi air dan dicampur larutan safranin
3.      Batang pacar air di diamkan selama 15 menit
4.      Batang pacar air di sayat dengan menggunakan silet secara melintang setipis mungkin.
5.      Meletakkan potongan batang pacar air pada objek glass
6.      Meneteskan potongan batang pacar air dengan air menggunakan pipet secukupnya
7.      Tutup dengan menggunakan Cover Glass
8.      Letakkan objek pada Mikroskop
9.      Mengatur arah cahaya dan mengamati hasilnya.
  Hasil pengamatan
Tanaman yang memiliki akar dan daun akan lebih cepat mengalami proses transportasi daripada tanaman yang tidak memiliki akar dan daun ataupun tanaman yang hanya memiliki daun saja maupun sebaliknya, karena al itu akan mempengaruhi daya serap tanaman pada air.                                        
·  Analisa Hasil Pengamatan
   Hasil pengamatan menunjukkan sampel yang memiliki akar dan daun. Batangnya lebih cepat berwarna merah daripada sampel yang hanya memiliki akar atau hanya memiliki daun. Karna jika ada akarnya air dan mineral terangkut ke atas karena adanya tekanan akar. Ini terjadi karena perbedaan konsentrasi air di dalam air tanah dengan cairan pada saluran xilem, konsentrasi air di dalam tanah tinggi sehingga dapat melakukan osmosis ke dalam sel yang menimbulkan tekanan turgor. Sedangkan pada daun, naiknya air ke atas di sebabkan tarikan dari atas yaitu daun yang melakukan transpirasi ( penguapan ). Transpirasi di daun mengakibatkan konsentrasi molekul air di daun berkurang. Kekurangan itu akan segera diisi oleh molekul air bawahnya. Dengan demikian terjadi gerakan molekul air dari akar ke daun.
· Pembahasan 

·        Kesimpulan
·      Proses transportasi akan lebih cepat jika tanaman memiliki akar dan daun
·      Dalam proses transportasi pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dalam maupun dari luar

                                                         





DAFTAR PUSTAKA


Study Kenal Lingkungan.Praktikum
“TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN”





















LAMPIRAN

























LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI BAHAN BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL KOLONI BAKTERI

·        Tujuan praktikum

Mengetahui cara menghitung total koloni angka lempeng total bakteri dalam tiap ml atau gram sampel makanan

· Waktu dan tempat praktikum
praktikum dilaksanakan pada tanggal 09 januari 2014
dan dilaksanakan di Lab. Mikrobiologi

·Alat dan Bahan:
- Cawan Petri
-Pepton 9 ml
-Pinset
-Tabung Reaksi
-Tabung Elemeyer
-Gelas ukur 1 ml
-Pipet







·   Proses dan Cara kerja:
1.     menyiapkan bahan makanan yang akan di hitung jumlah bakteri nya misalnya kue kukus
2.       Menyediakan 6 tabung reaksi masing-masing berisi 9 ml akuades steril, meletakkan secara berurutan dan beri tanda 1 s/d 6.
3.     Membuat pengenceran dari sampel yang akan diperiksa mulai dari pengenceran 10-1,10-2,10-3,… sampel dengan pengenceran 10-6  dengan cara memasukkan 1 ml sampel ke dalam tabung reaksi pertama kemudian kocok sampai homogeny, konsentrasi larutan menjadi 10-1, kemudian mempipet 1 ml larutan dari tabung pertama masukkan ke tabung kedua dan kocok sampai homogeny, konsentrasi larutan menjadi 10-2 demikian seterusnya sampai tabung ke enam.
4.     Menyediakan dua cawan petri steril, meletakkan berurutan dan beri tanda 10-4, 10-5 dengan spidol/label.
5.     menggunakan pipet steril dan memasukkan ke dalam cawan petri steril yang sudah diberi tanda.
6.     Masukkan bahan kue kukus yang telah diencerkan tadi.
7.     Menginkubasikan pada suhu 220C – 370C  selama 24 – 48 jam di dalam incubator.
8.     meletakkan Cawan petri, diBiakan mikroba tersebut di atas alat Colony Counter
9.     kemudian menghitung jumlah koloni bakteri dengan menekan pulpen di atas koloni pada cawan petri.




·         Hasil pengamatan
Jumlah bakteri
Jumlah bakteri
  jumlah koloni
10-4     
20
20 x 104 sel bakteri/ml
10-5
85
85 x 105 sel bakteri/ml

                                                                                                
·  Analisa dan pembahasan

          Metode hitungan cawan dilakukan dengan mengencerkan sampel suspensi bakteri ke dalam kue kukus. Pengenceran dilakukan agar setelah inkubasi, koloni yang terbentuk pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. Dimana jumlah terbaik adalah antara 30 sampai 300 sel mikroba per ml, per gram atau per cm permukaan. Prinsip pengenceran adalah menurunkan jumlah sehingga semakin banyak jumlah pengenceran yang dilakukan, semakin sedikit jumlah mikroba, dimana suatu saat didapat hanya satu mikroba pada satu tabung.
Larutan yang digunakan untuk pengenceran harus memiliki sifat osmotik yang sama dengan keadaan lingkungan asal mikroba untuk menghindari rusaknya sel, selain itu juga dijaga agar tidak terjadi perbanyakan sel selama pengenceran. Pengenceran yang dilakukan dalam percobaan ini adalah pengenceran decimal yaitu 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5 dan 10-6. Dan yang diplating dan diamati adalah pengenceran 10-4 dan10-5. Hal ini karena diperkirakan koloni yang dibentuk oleh sampel bakteri berada pada jumlah yang dapat dihitung pada pengenceran tersebut. Selain itu, untuk perhitungan jumlah koloni akan lebih mudah dan cepat jika pengenceran dilakukan secara desimal. Selanjutnya dari tabung ke lima dan ke enam dituang ke dalam cawan petri (penanaman atau plating) dengan media KNA secara aseptik. Plating atau penanaman bakteri adalah proses pemindahan bakteri dari medium lama ke medium baru. Pada penanaman bakteri dibutuhkan kondisi aseptik atau steril, baik pada alat maupun proses, untuk menghindari kontaminasi, yaitu masuknya mikroba yang tidak diinginkan.
Media KNA digunakan karena media KNA merupakan media yang paling cocok untuk kultur bakteri. Selanjutnya cawan petri diinkubasikan selama 2 x 24 jam pada suhu 37 ÂșC. inkubasi dilakukan selama 2 x 24 jam karena jumlah mikroba maksimal yang dapat dihitung langsung oleh mata.
Berdasarkan hasil pengamatan kelompok p12 dapat disimpulkan bahwa semakin tingki tinggkat pengenceran yang dilakukan maka semakin sedikit mikroba yang dapat dihitung. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil pengamatan pada cawan petri hasil keempat yang menghasilkan 20 koloni bakteri sedangkan pada cawan petri hasil pengenceran yang kelima terdapat 85 koloni bakteri.
·        Kesimpulan
Penghitungan bakteri menggunakan metode pengenceran atau cawan tuang dilakukan untuk memudahkan dalam menghitung bakteri. Prinsip pengenceran adalah menurunkan jumlah sehingga semakin banyak jumlah pengenceran yang dilakukan, semakin sedikit jumlah mikroba, dimana suatu saat didapat hanya satu mikroba pada satu tabung.
                                                         






DAFTAR PUSTAKA


 Study Kenal Lingkungan.Praktikum
"UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI BAHAN BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL KOLONI BAKTERI"
Menghitung Bakteri dengan Metode Pengenceran-Cawan Tuang.


















LAMPIRAN